Space

Space
Space Iklan Utama 1

Minggu, 30 November 2025

PT Pelabuhan Indonesia ( Persero) Gelar Human Capital Forum, Dorong Transformasi SDM



MPN News, MAKASSAR, 28 November 2025 - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menyelenggarakan Human Capital Forum bertema “Inspiring HR Synergy, Shaping the Future”, yang bertujuan memperkuat strategic alignment antar-Unit SDM Pelindo, memastikan bahwa transformasi operasional, layanan, dan digital yang dijalankan perusahaan didukung oleh kesiapan SDM yang optimal.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (27–28 November 2025) di Makassar ini dihadiri oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Dwi Fatan Lilyana, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, serta para pimpinan dan praktisi sumber daya manusia (SDM) dari seluruh wilayah kerja Pelindo.


Acara ini juga menghadirkan Managing Director Human Capital Holding Operational Danantara Indonesia, Agus Dwi Handaya, sebagai keynote speaker dengan materi bertema “Strategi Transformasi SDM untuk Menyukseskan Transformasi BUMN”.


Direktur SDM dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi fondasi penting dalam keberhasilan transformasi Pelindo sebagai BUMN yang mengelola ekosistem kepelabuhanan terbesar di Indonesia.


Menurutnya, tantangan industri logistik yang semakin kompleks menuntut SDM yang adaptif, agile, dan memiliki kemampuan kolaboratif lintas subholding, khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.


“Transformasi Pelindo mustahil tercapai tanpa transformasi SDM. Kita membutuhkan talenta-talenta yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki mindset pembelajar, semangat kolaborasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses bisnis. Human Capital Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi, berbagi praktik baik, dan menyatukan langkah seluruh insan SDM Pelindo,” ujar Dwi Fatan Lilyana.


Dia juga mendorong seluruh unit SDM di subholding dan regional agar terus memperkuat perencanaan tenaga kerja, meningkatkan kualitas learning & development, serta mempercepat pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan human capital.


Dalam paparannya, Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Holding Operational Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa transformasi BUMN, termasuk Pelindo, membutuhkan penataan fundamental pada tiga aspek utama: mindset, kompetensi, dan tata kelola SDM.


Agus menekankan bahwa transformasi tidak hanya berbicara tentang sistem dan struktur, tetapi juga perubahan budaya kerja yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan.


“SDM adalah jantung organisasi. Jika transformasi ingin berjalan sukses, maka SDM harus dipersiapkan dengan strategi yang jelas, terukur, dan terintegrasi. HR saat ini bukan lagi bagian administratif, tetapi partner strategis yang menentukan arah keberhasilan perusahaan. Pelindo sudah berada di jalur yang tepat dengan mendorong sinergi lintas subholding melalui forum seperti ini,” tegas Agus Dwi Handaya.


Dia juga menyoroti pentingnya membangun leaders yang memiliki growth mindset, penguatan pipeline talenta, percepatan digitalisasi HR, serta penyesuaian kompetensi SDM terhadap tantangan industri maritim dan logistik global.


Sebagai tuan rumah kegiatan, Direktur SDM & Umum Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Rachmat Prayogi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Human Capital Forum ini menjadi momentum penting bagi SPJM untuk memperkuat kontribusi dalam transformasi human capital Pelindo.


Rachmat menekankan pentingnya membangun ekosistem SDM yang solid, terutama bagi SPJM yang memiliki karakter bisnis maritim dan jasa kepelabuhanan yang menuntut kompetensi teknis serta operasional tinggi.


“SPJM berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapabilitas insan Pelindo, khususnya di bidang operasi maritim. Melalui forum ini, kita berharap tercipta sinergi dan keselarasan dalam pengembangan SDM antar-subholding dan regional, sehingga transformasi yang dicanangkan Pelindo dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” ujar Rachmat Prayogi.


Human Capital Forum ini diisi dengan rangkaian agenda, mulai dari diskusi panel, workshop, pemaparan strategi human capital, hingga penyelarasan program kerja lintas subholding.


Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, turut memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan menegaskan bahwa wilayah kerja Regional 4 siap menjadi bagian aktif dalam implementasi agenda strategis human capital Pelindo.


Kegiatan ini menjadi komitmen berkelanjutan Pelindo untuk mendorong profesionalisme, produktivitas, serta budaya kerja yang unggul, sebagai bagian dari upaya menjadikan Pelindo sebagai perusahaan kepelabuhanan modern berkelas dunia.



(Sonny H Sayangbati).

Sabtu, 29 November 2025

Pelindo Dukung Proses Hukum Yang Berjalan dan Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

 



MPN News, Surabaya (27/11) - Sehubungan dengan perkembangan permasalahan hukum yang saat ini sedang ditangani oleh rekan rekan dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dan menyangkut dengan Pelindo, Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 3 menyampaikan bahwa pihaknya prihatin atas permasalaham yang terjadi dan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Sekaligus mengormati asas praduga tak bersalah terhadap semua pihak yang dianggap terlibat dalam permasalahan tersebut.


Hal tersebut disampaikan Karlinda Sari kepada media saat dikonfirmasi terkait permasalahan hukum yang menyangkut Pelindo. Menurutnya, seluruh langkah penegakan hukum yang sedang berlangsung merupakan kewenangan aparat berwenang yang saat ini masih terus berjalan, dan Pelindo mendukung upaya tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan.


“Kami menyampaikan keprihatinan atas permasalahan hukum yang terjadi di Pelindo. Dalam hal ini kami mendorong agar penanganan perkara ini dilakukan secara terbuka, transparan, dan profesional, sehingga memberikan kejelasan kepada publik serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai peraturan yang berlaku”. Ujar Karlinda


Sementara itu sehubungan dengan ditetapkannya beberapa pegawai sebagai tersangka, Karlinda mengatakan Pelindo tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Saat ditanya terkait kemungkinan dilakukan pendampingan hukum kepada sejumlah nama yang diduga terlibat, Karlinda menjelaskan dalam koridor aturan perusahaan, Pelindo akan memberikan pendampingan hukum yang diperlukan kepada pegawai yang bersangkutan.


“Pelindo memastikan bahwa kegiatan operasional dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan normal, serta menjamin pelayanan publik tetap aman, lancar, dan profesional. Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh proses hukum, sekaligus menjaga stabilitas layanan di seluruh lingkungan Pelindo Regional 3”. Pungkas Karlinda


(Sonny H/Red. MPN News)

Ditjen Hubla Luncurkan Roadmap Digital 2025–2029: Satukan 51 Aplikasi Jadi Layanan Terpusat “MaritimHUB”




MPN News, JAKARTA (27/11) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meluncurkan Roadmap TIK 2025–2029, sebuah rencana besar untuk menyederhanakan dan menyatukan seluruh layanan digital di sektor pelayaran. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan banyaknya aplikasi yang belum terkonsolidasi secara sempurna.


Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menyampaikan bahwa perubahan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Saat ini, Ditjen Hubla memiliki 51 aplikasi yang dikembangkan oleh berbagai unit kerja. Akibatnya, terdapat redudansi layanan, data tersebar di banyak tempat, dan proses pelayanan belum sepenuhnya efisien.


“Selama ini aplikasi-aplikasi belum memiliki arah integrasi yang baku. Dengan roadmap ini, semuanya akan kita satukan sehingga lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.


MaritimHUB: Satu Portal untuk Semua Layanan Laut


Melalui Roadmap ini diharapkan arah pengembangan MaritimHUB lebih terukur dan terstruktur, portal ini akan menjadi sebuah portal terpadu yang akan menjadi pintu masuk utama seluruh layanan digital perhubungan laut.


Dengan hadirnya MaritimHUB, masyarakat dan pelaku industri tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi untuk mengakses layanan yang berbeda. Semua akan tersedia dalam satu platform.


“Kami ingin masyarakat merasakan layanan yang lebih sederhana. Satu akun untuk berbagai layanan, satu pintu untuk berbagai kebutuhan,” tambah Lollan.


Perubahan Utama yang Dicapai Melalui Roadmap


Roadmap ini membawa tiga perubahan besar, yaitu aplikasi yang terpadu, data yang terpusat dan pengembangan yang lebih terencana.


"Aplikasi yang terpadu itu dari 51 aplikasi terpisah menjadi layanan yang terhubung melalui satu portal utama. Sementara data yang terpusat artinya semua data penting akan dikumpulkan dalam satu sistem sehingga lebih mudah dianalisis dan dipakai untuk membuat kebijakan yang tepat," jelasnya.


Lebih lanjut Lollan menjelaskan perubahan ketiga yaitu pengembangan yang lebih terencana mencakup setiap pengembangan aplikasi atau layanan digital akan mengikuti prioritas dan arah yang jelas, sehingga anggaran lebih efektif dan hasilnya berkelanjutan.


Manfaat bagi Publik dan Industri


Dengan peluncuran Roadmap TIK ini, Ditjen Hubla berharap proses layanan jadi lebih cepat dan mudah, data lebih akurat sehingga keputusan pemerintah lebih tepat sasaran, tidak ada lagi duplikasi aplikasi yang membuang anggaran, pelayanan digital lebih aman, modern, dan terpercaya. Serta pelaku industri maritim mendapat kemudahan besar melalui MaritimHUB.


"Roadmap TIK 2025–2029 ini juga menjadi langkah penting Ditjen Hubla untuk mendukung visi “Transportasi Laut Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Transformasi digital ini diharapkan memperkuat daya saing maritim nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.


(Sonny H./Redaksi MPN News/SKY/ETJ/HJ).

Uji Petik Terus Berlanjut, Kemenhub Pastikan Kesiapan Armada Kapal di Pelabuhan Batulicin Saat Periode Nataru

 




MPN News, BATULICIN (21/11) – Upaya memastikan keselamatan pelayaran pada masa Angkutan Laut Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terus berlanjut. Kali ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan rangkaian kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Batulicin, Kalimantan Selatan pada 20-21 November 2025.


Pelaksanaan Uji Petik di Pelabuhan Batulicin dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin bersama Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan serta Tim Kantor KSOP Kelas II Kotabaru-Batulicin. Pemeriksaan dilakukan terhadap 4 (empat) kapal penumpang, yaitu KMP. Trunojoyo, KMP. Kerapu, KMP. Lemuru dan KMP. Gutila yang beroperasi melayani masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya.  


Samsuddin menjelaskan bahwa uji petik ini bertujuan untuk menilai kesiapan operasional kapal-kapal yang akan melayani masyarakat selama libur akhir tahun. Aspek yang diperiksa meliputi kelengkapan dokumen kapal, kondisi fisik kapal, serta ketersediaan dan fungsi perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan standar yang berlaku.


“Uji kelaiklautan kapal penumpang ini dilakukan sebagai persiapan Angkutan Nataru 2025/2026 untuk memastikan kapal-kapal penumpang tersebut aman dan nyaman bagi para pengguna moda transportasi laut,” ujarnya.


Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa secara umum kondisi kapal penumpang di Pelabuhan Batulicin dalam keadaan baik dan laiklaut. Namun ditemukan beberapa kekurangan yang harus segera dipenuhi dan dilakukan perbaikan.


Tim uji petik memberikan catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki, terutama pada kekurangan minor yang ditemukan pada kapal hingga batas waktu yang ditentukan.


“Kami memberikan waktu kepada operator kapal untuk segera melengkapi kekurangan yang ditemukan. Jika tidak dipenuhi hingga batas waktu yang ditentukan, kapal tersebut akan dilarang beroperasi selama masa angkutan Nataru,” tegas Samsuddin.


Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengevaluasi seluruh aktivitas transportasi laut selama periode Natal dan Tahun Baru. Fokus pengawasan akan diarahkan pada pelabuhan-pelabuhan yang melayani angkutan penumpang termasuk penyeberangan.


"Kami berkomitmen untuk menciptakan transportasi laut yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan laut selama masa libur akhir tahun dapat berlangsung lancar tanpa kendala," pungkasnya. 


(Sonny H./Redaksi MPN News/ PF/ETJ/HJ).

Jumat, 28 November 2025

Indonesia Resmi Terpilih Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2026–2027

 




MPN News, LONDON - Indonesia secara resmi kembali terpilih sebagai anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026–2027, pada Sidang Organisasi Maritim Internasional / International Maritime Organization (IMO) ke-34 di London, Inggris, Jumat (28/11) waktu setempat.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang memimpin langsung delegasi Indonesia pada sidang ini menyampaikan, Indonesia terpilih setelah mendapatkan dukungan dari 138 negara atau peringkat ke 5 dari 26 kandidat. 


Menhub Dudy menegaskan keberhasilan terpilihnya Indonesia sebagai bagian dari 40 negara anggota IMO, membuktikan peran strategis Indonesia sebagai simpul maritim dunia yang turut berperan aktif dalam memperkuat tata kelola maritim global. 


“Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO adalah pencapaian yang luar biasa. Hal ini membuktikan Indonesia memiliki peran strategis dalam tata kelola maritim dunia, yang sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui ASTA CITA,” ujar Menhub Dudy.


Adapun kategori C anggota Dewan IMO adalah 20 negara anggota yang memiliki kepentingan khusus dalam transportasi laut dan navigasi, tetapi tidak termasuk dalam kategori A (negara dengan armada pelayaran besar) atau B (negara dengan angkutan atau muatan kapal besar). Kategori ini memastikan perwakilan geografis utama di dunia, seperti negara-negara dengan laut yang luas dan letak geografis penting, dan fokusnya adalah pada kepentingan khusus tersebut. 


Selain Indonesia, ada 20 negara lain yang berhasil terpilih menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C yakni Bahamas, Belgia, Chili, Siprus, Mesir, Finlandia, Jamaika, Malaysia, Malta, Meksiko, Maroko, Nigeria, Peru, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Turki.


Menhub Dudy menambahkan, ke depannya Indonesia akan terus berkomitmen untuk memajukan keselamatan pelayaran, pelestarian lingkungan, pengembangan pelabuhan cerdas dan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi pelaut. 


"Indonesia siap bekerja bersama seluruh negara anggota untuk mengarahkan pelayaran internasional menuju masa depan yang lebih aman, lebih hijau, dan lebih tangguh. Melalui kerja sama dan komitmen kolektif, dunia dapat memaksimalkan peluang maritim bersama demi tercapainya keberlanjutan global," kata Menhub Dudy.


Menhub Dudy turut menyoroti isu keselamatan pelayaran, dekarbonisasi, perlindungan pelaut, serta pencalonan Indonesia di Dewan IMO. "Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menekankan pentingnya tata kelola maritim yang kuat dan terintegrasi. Khususnya, pada empat pilar utama, yaitu keselamatan pelayaran, perlindungan dan pelestarian lingkungan, kelancaran fasilitasi, serta pengembangan kapasitas yang berkeadilan bagi seluruh negara anggota IMO," ucapnya.


Dalam isu keselamatan maritim, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penerapan e-navigation, modernisasi Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS), serta pendekatan manajemen risiko. Indonesia sendiri telah menerapkan Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama internasional dan kajian ilmiah mampu meningkatkan keselamatan pelayaran di jalur padat.


Pada aspek dekarbonisasi, Indonesia menegaskan komitmen kuat untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan agenda IMO. Upaya tersebut antara lain melalui strategi menuju net zero emission, perluasan bertahap fasilitas On-Shore Power Supply di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, serta penetapan Selat Lombok sebagai Kawasan Laut yang Sangat Rentan (Particularly Sensitive Sea Area/PSSA).


"Sebagai salah satu komunitas pelaut terbesar di dunia, Indonesia juga menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai pusat ekosistem maritim. Indonesia mendorong penguatan hak-hak pelaut, kesehatan mental, dan kesejahteraan mereka, termasuk melalui pengembangan kerangka pelatihan digital yang memastikan transformasi teknologi berpihak pada pelaut," kata Menhub Dudy.


Selain itu, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat IMO. Ratifikasi Indonesia atas Amandemen Konvensi IMO tahun 2021 menjadi wujud dukungan terhadap Dewan yang lebih inklusif dan representatif, sekaligus penguatan prinsip multibahasa di dalam organisasi.


Pada sela sidang IMO ke-34, Menhub Dudy melakukan sejumlah pertemuan bilateral yaitu dengan Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez; Menteri Penerbangan, Maritim dan Dekarbonisasi Inggris Raya Keir Mather; Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda Robert Tieman; Wakil Menteri Transportasi China Li Yang; dan para Menteri Transportasi Negara-Negara Anggota ASEAN. 


(MPN News/RYS/HH/GT/EYD) 



Space Iklan Tengah 3

Space Iklan Tengah 4

Space Iklan Tengah 2

Space Iklan Kanan 1