Iklan Periode Satu Tahun Tayang

Rabu, 14 Januari 2026

Operasional Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Dihentikan Akibat Cuaca Buruk

 




MPN News, Jakarta 14 Januari 2026 - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara operasional kapal cepat rute Kepulauan Seribu yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara


Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan tinggi serta gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.


Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Wildan Anwar mengatakan, penghentian operasional kapal cepat merupakan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut


Keputusan tersebut mengacu pada data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta belum diterbitkannya izin berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke.


"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, kondisi perairan saat ini belum memungkinkan untuk pelayaran kapal cepat menuju Kepulauan Seribu," ujarnya, Selasa (13/1).


Wildan menjelaskan, terdapat empat lintasan utama kapal cepat Dishub DKI Jakarta yang sementara tidak beroperasi. Pertama, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Tidung.


Kedua, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Pari-Pulau Panggang-Pulau Pramuka. Ketiga, lintasan Muara Angke-Pulau Pari-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa. Keempat, lintasan Muara Angke-Pulau Kelapa-Pulau Sabira.


"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan KSOP Muara Angke terkait perkembangan cuaca dan keselamatan pelayaran. Operasional kapal akan dibuka kembali setelah izin berlayar diterbitkan dan kondisi cuaca dinyatakan aman," terangnya.


Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan UPAP Dishub DKI Jakarta, Suparto Napitu menambahkan, sejak Minggu (11/1) hingga saat ini seluruh kapal cepat Dishub DKI Jakarta belum dapat beroperasi.


"Sudah tiga hari ini tidak ada kapal Dishub yang beroperasi atau berangkat. Mudah-mudahan besok, Rabu (14/1), cuaca membaik sehingga kapal dapat kembali beroperasi," ungkapnya.


Suparto memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait tiket yang telah dibeli. Seluruh biaya tiket akan dikembalikan sesuai dengan pembelian awal.


"Warga yang sudah membeli tiket dipastikan akan mendapatkan pengembalian dana. Proses refund dilakukan melalui Bank Jakarta dan berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," imbuhnya.


Suparto mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa angkutan laut menuju Kepulauan Seribu agar selalu memantau informasi resmi terkait jadwal pelayaran dan kondisi cuaca.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut saat cuaca belum memungkinkan dan selalu mengutamakan keselamatan," tandasnya



(Sonny H. Sayangbati / Dishub DKI).

Cuaca Ekstrem Berlanjut, ASDP Perketat Keselamatan Penyeberangan

 




MPN News, Bau-bau, 14 Januari 2026 --- Cuaca ekstrem masih melanda perairan Sulawesi dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menjadi latar pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Nuku yang melayani lintasan Kendari–Konawe Kepulauan pada Minggu (11/1/2026). Di tengah hujan lebat disertai angin kencang, kapal feri tersebut tetap berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawoni, sekitar pukul 22.00 Wita, dengan seluruh penumpang dalam kondisi aman.


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Capt. Raman, memastikan situasi pelayaran tetap terkendali. Menurutnya, kesiapan teknis kapal dan fungsi mesin yang normal menjadi faktor utama keselamatan. “Penumpang selamat seluruhnya. Rasa kaget pasti ada, namun kapal tetap stabil dan prosedur keselamatan dijalankan,” ujarnya.


Sebelumnya, beredar rekaman video yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat KMP Nuku menghadapi hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang. Dalam rekaman tersebut, penumpang tampak mengenakan jaket pelampung berwarna oranye. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata risiko pelayaran di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.


Selain KMP Nuku, dampak cuaca buruk juga dialami KM Kendhaga Nusantara 4, kapal kargo yang dioperasikan ASDP, yang saat kejadian berada dalam kondisi anchor atau tidak beroperasi. Kapal tersebut dilaporkan larat akibat angin kencang dan ombak tinggi pada Senin (12/1) sekitar pukul 05.30 Wita di Makassar Anchorage Area. Berdasarkan berita acara internal, kondisi cuaca saat kejadian ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot, yang mengakibatkan kapal mengalami kandas


ASDP segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur. Proses penarikan KM Kendhaga Nusantara 4 yang


melayani rute kargo Makassar–Ereke–Raha–Sikeli–Makassar telah selesai dan berjalan dengan baik. Kapal berhasil lepas dari kondisi kandas dan saat ini telah berlabuh dengan aman di area rede Anchorage. Seluruh tahapan penanganan berlangsung sesuai rencana tanpa kendala lanjutan. 




Tingkatkan Kewaspadaan


Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, ASDP menegaskan komitmen perusahaan dengan memperketat aspek keselamatan dalam setiap operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik. Manajemen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca ekstrem.


Imbauan ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut hingga pertengahan Januari 2026. Sejak pekan lalu, BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan akibat dinamika atmosfer, antara lain La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa prakiraan BMKG menjadi dasar utama manajemen dalam mengambil kebijakan operasional penyeberangan. “Berdasarkan forecast BMKG, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut. Karena itu, ASDP menegaskan komitmen untuk mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan perjalanan secara optimal, serta tidak memaksakan diri untuk menyeberang apabila kondisi cuaca tidak aman. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa harus menjadi perhatian bersama,” ujar Heru.


ASDP secara konsisten melakukan pemantauan cuaca, pengecekan kesiapan kapal, serta koordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/POLRI sebelum setiap keberangkatan. Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan dilakukan apabila kondisi dinilai berisiko, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa.


Dengan cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengajak masyarakat menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama dalam merencanakan perjalanan. Untuk memperoleh informasi terkini mengenai jadwal kapal dan kondisi operasional pelabuhan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP di 021-191, mengakses www.ferizy.com, mengikuti akun Instagram @asdp191, atau menghubungi layanan pelanggan melalui WhatsApp 0811-1021-191.




(Sonny H. Sayangbati / Corcom ASDP).

KKP Bongkar Impor 99 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

 






MPN News, Jakarta 14 Januari 2026 - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan pelanggaran impor sebanyak 99.972 kg ikan frozen Pasific Mackerel (Salem) ilegal di New Priok Container Terminal One (NPCT1) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (05/01).


Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (13/01), menyebutkan bahwa awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat atas adanya importasi komoditas perikanan oleh PT CBJ yang diduga dilakukan tanpa persetujuan impor dan tidak memiliki kuota melalui pintu pemasukan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.


“Empat kontainer berisi 99,97 ton ikan tersebut telah diamankan oleh Tim Pengawas Perikanan Pangkalan PSDKP Jakarta didukung oleh KPU Bea & Cukai Tanjung Priok pada Senin (05/01) dan kini dalam penanganan Badan Karantina Indonesia,” terang Ipunk.


Ipunk menegaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya nyata PSDKP untuk terus melakukan pengawasan usaha perikanan. Apabila ada impor ikan yang tidak sesuai ketentuan dan masuk ke pasar Indonesia tentunya harga-harga ikan dari nelayan Indonesia akan anjlok. Sehingga pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk impor.


“Adapun valuasi nilai ekonomi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari hasil pengawasan komoditas perikanan ilegal ini sekitar Rp4,48 Miliar,” ungkap Ipunk.


Sementara itu, Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Halid K. Jusuf menjelaskan berdasarkan keterangan pihak PT CBJ selaku penanggung jawab, pengiriman dilakukan pada akhir tahun 2025 dengan modus menggunakan Persetujuan Impor (PI) yang sudah terealisasi (habis kuota) pada pertengahan tahun 2025.


Halid juga menambahkan, bahwa ikan Pacific Mackerel (Salem) termasuk dalam Neraca Komoditas impor yang pemasukkannya diatur berdasarkan Kuota melalui PI. Sehingga, tindakan ini diduga melanggar Pasal 356 ayat (1) huruf q Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan berpotensi dikenakan sanksi administratif.


“Selanjutnya kami juga merekomendasikan kepada Badan Karantina Indonesia untuk dilakukan tindakan karantina, baik pemusnahan atau penolakan terhadap barang bukti tersebut,” tutur Halid.


Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bahwa KKP mengedepankan perlindungan industri perikanan nasional dan menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan. Oleh sebab itu, praktik impor komoditas perikanan ilegal ini harus diproses hingga tuntas sesuai ketentuan yang berlaku. 




(Sonny H. Sayangbati / Humas PSDKP).

Selasa, 13 Januari 2026

Ancol Hadirkan Promo Tiket Masuk dengan Gratis Voucher Makan di Resto

 





MPN News, Jakarta, 13 Januari 2026 — Dalam rangka memberikan pengalaman berwisata yang lebih 

terjangkau dan bernilai tambah bagi masyarakat, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan 

program promo “Tiket Masuk Ancol (orang) Rp 35.000 (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan 

Gratis Voucher Makan Rp 20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) di Resto Ayam Tepi Laut (ATL).


Melalui program ini, pengunjung dapat menikmati kawasan wisata Ancol dengan harga tiket yang 

lebih hemat sekaligus memperoleh voucher makan yang dapat digunakan untuk bersantap di Resto 

Ayam Tepi Laut, salah satu destinasi kuliner favorit di kawasan Ancol.


Program promo ini berlaku untuk pembelian tiket orang melalui Loket offline Ancol maupun 

pembelian secara online melalui Ancol.com, dengan periode pembelian dan tanggal kunjungan 

mulai 12 Januari hingga 17 Februari 2026.

Ketentuan penggunaan Voucher Makan sebagai berikut :


1. Tiket/e-ticket orang di Pintu Gerbang Utama (PGU) Ancol digunakan sebagai Voucher Makan 

senilai Rp 20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah)


2. Voucher Makan digunakan hanya khusus di Resto Ayam Tepi Laut


3. Voucher Makan dapat digunakan mulai pukul 11.00 sd pukul 16.00 WIB


4. Voucher Makan dapat digunakan sesuai dengan tanggal kunjungan yang tertera di tiket/eticket


5. Voucher Makan tidak dapat diuangkan


6. Apabila total harga makanan atau minuman lebih dari nilai voucher (Rp 20.000) maka 

pengunjung dapat menambah pembayaran secara tunai dan non tunai


7. Apabila total harga makanan atau minuman kurang dari nilai voucher, maka sisa nilai 

voucher tidak dapat dikembalikan.


8. Promo ini tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.


Program ini diharapkan dapat menjadi pilihan menarik bagi masyarakat untuk menikmati waktu 

liburan bersama keluarga dan kerabat, sekaligus merasakan pengalaman wisata dan kuliner yang 

menyenangkan di kawasan Ancol.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan ketentuan promo, dapat mengunjungi

www.ancol.com atau kanal resmi media sosial Ancol Taman Impian.




Sonny H. Sayangbati

Senin, 12 Januari 2026

ASDP Hadir sebagai Jembatan Harapan di Tengah Banjir Bandang Pulau Siau

 




 *MPN News,* Siau-Sulawesi Utara, 12 Januari 2026 — Hujan deras yang turun tanpa henti sejak dini hari mengubah keseharian warga Pulau Siau, wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara. Aliran air bercampur lumpur menerjang permukiman, memutus akses, dan memaksa masyarakat bertahan di tengah keterbatasan. Di saat seperti inilah, kehadiran dan kepedulian menjadi sangat berarti.


Menjawab kondisi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan penyeberangan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang berdiri bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Siau.


Bencana banjir bandang yang diduga dipicu tingginya curah hujan sejak Senin (5/1) ini berdampak pada empat kecamatan di wilayah Pulau Siau, yakni Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan cakupan wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.


Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ASDP bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan. Berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait, ASDP Cabang Bitung memberangkatkan bantuan menggunakan KPLP Bitung KN Gandiwa pada Rabu (7/1). 


Bantuan tersebut meliputi beras, makanan siap saji dan instan, biskuit dan makanan ringan, susu UHT, air minum dalam kemasan, serta ikan kaleng guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak di Pulau Siau.




Kebutuhan Dasar Masyarakat


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah bencana merupakan bagian dari komitmen ASDP sebagai BUMN yang mengedepankan kepedulian sosial.


“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. ASDP hadir tidak hanya menjaga konektivitas antarpulau, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dengan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban, menumbuhkan semangat, dan menjadi bagian dari proses pemulihan Pulau Siau,” ujar Heru.


Sebagai unit kerja yang berada paling dekat dengan wilayah terdampak, ASDP Cabang Bitung berperan langsung dalam penyaluran bantuan ke Pulau Siau. General Manager ASDP Cabang Bitung, Rudy Mahmudi, menyampaikan bahwa kehadiran ASDP di lapangan dilakukan secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


“Sebagai cabang yang beroperasi paling dekat dengan Pulau Siau, kami bergerak cepat menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Kami memastikan bantuan mencakup kebutuhan dasar, mulai dari pangan, sandang, hingga perlengkapan kesehatan, guna mendukung kondisi masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” jelas Rudy.


Langkah kemanusiaan ini sejalan dengan komitmen ASDP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 2 Tanpa Kelaparan melalui pemenuhan pangan, SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan kesehatan pascabencana, serta SDGs 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan memperkuat ketahanan masyarakat dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.


Melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Siau, ASDP tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga menegaskan perannya sebagai BUMN yang hadir dengan kepedulian nyata. Ke depan, ASDP berkomitmen untuk terus menjaga konektivitas antarpulau sekaligus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia





 *Sonny H. Sayangbati*


Space Iklan Bawah Halaman 1


Space Iklan Bawah Halaman 4